<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2738551532853684193</id><updated>2011-07-07T20:42:15.546-07:00</updated><title type='text'>Diki Muhamad Rizki. SIP</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dikismart.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2738551532853684193/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikismart.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Diki Muhamad Rizki, S.IP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13334397360527327330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-_1DP_X07BQI/TYOdyeO9GBI/AAAAAAAAAJc/NlhAMV0BAsI/s220/167374_1529079874664_1464734999_31060454_1210571_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2738551532853684193.post-7669696098145487088</id><published>2009-07-19T06:26:00.001-07:00</published><updated>2009-09-19T03:56:16.189-07:00</updated><title type='text'>Kemanakah Arah pendidikan Kita ?</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh mutu pendidikan. Oleh karena itu, masalah pendidikan sangat penting. Namun, diakui atau tidak, selama ini sektor pendidikan masih kurang mendapat perhatian, walaupun dari segi anggaran mengalami peningkatan. Robohnya banyak gedung sekolah, gaji guru yang belum cukup, peralatan sekolah yang belum memadai, merupakan indikator belum diprioritaskannya sektor pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pembukaan UUD 1945 mengamanatkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pasal 31 ayat (3) UUD 45 menegaskan perlunya mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia. Hal itu dijabarkan dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Namun, tampaknya pelaksanaan pendidikan saat ini hanya menitikberatkan pada pencapaian kecerdasan intelektual yang menjadikan peserta didik pandai dari segi akademik saja. Hal itu dapat dilihat, antara lain, pada pengukuran hasil pendidikan yang hanya menitikberatkan pada ujian nasional dengan materi ujian antara lain matematika, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Pendidikan nasional belum diarahkan kepada amanat (perintah) konstitusi dan tujuannya secara utuh serta menyeluruh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Evaluasi pendidikan seperti yang terjadi sekarang ini lebih mengarah pada tujuan hasil akhir tanpa memperhatikan proses pendidikan. Akibatnya, untuk mencapai tujuan tersebut banyak yang mengambil jalan “menerabas” (jalan pintas). Beberapa kasus kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional yang dilakukan siswa, guru atau pengasuh sekolah dapat dijadikan contoh indikator akibat negatif dari pelaksanaan pencapaian dengan jalan pintas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pendidikan yang hanya mementingkan kecakapan intelektual tidak dapat menyiapkan peserta didik menjadi generasi penerus yang berkarakter kuat. Karakter yang kuat antara lain bercirikan memiliki integritas yang tinggi, jujur, disiplin, proaktif, percaya diri, tekun, dan pantang menyerah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Miskinnya spiritualitas (karena pendidikan hanya menitikberatkan pada aspek kecerdasan) tidak dapat membangkitkan fungsi hati nurani. Miskinnya spiritualitas akan menghasilkan manusia yang rapuh: tidak mengerti siapa dan dari mana dirinya, dan untuk apa hidupnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sebaliknya kemampuan emosional dan spiritual justru akan mengembangkan kemampuan nalar dan intelektual, membangun semangat, optimisme, kreativitas, mandiri, visioner, memahami diri sendiri dan orang lain dengan empati yang didasari oleh moralitas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karena itu, paradigma praktik pendidikan yang hanya bertujuan meraih kemampuan akademik harus diubah dengan mengarahkan kepada apa yang diamanatkan oleh UUD 45 dan undang-undang lainnya. Yaitu, terwujudnya masyarakat Indonesia yang religius, bersatu, demokratis, adil, sejahtera, mandiri, baik dan bersih dalam penyelenggaraan negara, seperti disebutkan dalam Ketetapan MPR-RI No VII/MPR/2001 tentang Visi Indonesia 2020.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;code&gt;&lt;span style="color:green;"&gt;&lt;a href="javascript:print(document)"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;a href="javascript:print(document)"&gt;Cetak  Halaman Ini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:green;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2738551532853684193-7669696098145487088?l=dikismart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikismart.blogspot.com/feeds/7669696098145487088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2738551532853684193&amp;postID=7669696098145487088' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2738551532853684193/posts/default/7669696098145487088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2738551532853684193/posts/default/7669696098145487088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikismart.blogspot.com/2009/07/kemanakah-arah-pendidikan-kita.html' title='Kemanakah Arah pendidikan Kita ?'/><author><name>Diki Muhamad Rizki, S.IP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13334397360527327330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-_1DP_X07BQI/TYOdyeO9GBI/AAAAAAAAAJc/NlhAMV0BAsI/s220/167374_1529079874664_1464734999_31060454_1210571_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2738551532853684193.post-4955485700158912599</id><published>2009-07-05T12:22:00.000-07:00</published><updated>2009-09-19T03:56:38.146-07:00</updated><title type='text'>Tujuan dan Sumber Pendidikan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Apakah tujuan pendidikan itu ? Mengapa makna pendidikan dibedakan dengan makna pengajaran? Mengapa arti pendidik menjadi jauh lebih penting dari sekedar pengajar? Karena dalam pendidikan ikatan antara tanggung jawab dan proses pembelajaran serta hasil menjadi kesatuan utuh yang saling melengkapi. Mendidik adalah kegiatan memberi pengajaran, membuat seorang memahami, dan dengan pemahaman yang dimiliki peserta didik dapat mengembangkan potensi diri dengan menerapkan apa yang dipelajari. Proses itu dapat berlangsung seumur hidup dan pencapaian tujuan pendidikan tidak akan berhenti saat kehidupan seseorang berakhir.Apakah kita semua menyadari arti dan tujuan pendidikan seperti itu? Dalam kurikulum terbaru yang dirilis pemerintah saat ini (KTSP -Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), sekolah menjadi penyelenggara pendidikan yang berhak menentukan sendiri indikator-indikator bagi setiap kompetensi dasar dari semua mata pelajaran. Apakah hak itu digunakan untuk menentukan desain yang tepat dan selaras dengan tujuan pendidikan yang sebenarnya? Dalam minggu-minggu awal, peserta didik tingkat sekolah dasar akan dihadapkan dengan tiga tema sentral -mengenal diri, keluarga, dan lingkungan. Tentu saja tema-tema yang dipilih itu baik adanya untuk memperkenalkan kehidupan kepada anak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;. Tapi akan lebih baik lagi jika sebelum tema-tema itu dipelajari, peserta didik dikenalkan kepada tema lain yang lebih mendasar dan mendalam --mengenal Sang Khalik. Dengan pengenalan akan Sang&lt;/span&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;font-size:85%;" &gt; pencipta&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;, peserta didik akan memahami keberadaan dirinya di alam semesta ini dan dilatih untuk memuliakan Tuhan dalam kesehariannya. Dengan mempelajari tema dasar ini, peserta didik akan dibawa ke satu ruangan belajar yang lebih besar daripada ruang kelas. Seluruh alam adalah ruang kelas. Karena keterangan dan kisah tentang penciptaan ada di kitab suci, maka kitab suci haruslah memiliki porsi terbanyak dan terutama.Tujuan pendidikan sejati tidaklah hanya mengisi ruang-ruang imajinasi dan intelektual anak, mengasah kepekaan sosialnya, ataupun memperkenalkan mereka pada aspek kecerdasan emosi tapi lebih kepada mempersiapkan mereka untuk melayani Tuhan dan sesama untuk pencapaian yang lebih besar bagi kekekalan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;code&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;a href="javascript:print(document)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Cetak  Halaman Ini&lt;/span&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2738551532853684193-4955485700158912599?l=dikismart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikismart.blogspot.com/feeds/4955485700158912599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2738551532853684193&amp;postID=4955485700158912599' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2738551532853684193/posts/default/4955485700158912599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2738551532853684193/posts/default/4955485700158912599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikismart.blogspot.com/2009/07/tujuan-dan-sumber-pendidikan.html' title='Tujuan dan Sumber Pendidikan'/><author><name>Diki Muhamad Rizki, S.IP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13334397360527327330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-_1DP_X07BQI/TYOdyeO9GBI/AAAAAAAAAJc/NlhAMV0BAsI/s220/167374_1529079874664_1464734999_31060454_1210571_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2738551532853684193.post-5829834276711765009</id><published>2009-07-05T12:08:00.000-07:00</published><updated>2009-09-19T03:56:51.595-07:00</updated><title type='text'>Arti penting pendidikan</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Pendidikan dapat diperoleh dengan berbagai cara terlebih lagi semakin mendukungnya perkembangan alat-alat elektronika sekarang ini. Dengan mudah kita beroleh informasi tentang perkembangan zaman baik dari belahan bumi barat terlebih lagi dari negara tetangga.&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan, keterampilan, pendidikan merupakan unsur dasar yang menentukan kecekatan seseorang berpikir tentang dirinya dan lingkungannya. Seseorang yang mampu mengubah dirinya menjadi lebih baik diharapkan mampu mengubah keluarganya, kelak mengubah daerahnya dan kemudian mengubah negaranya serta mengubah dunia dimana dia hidup. Seperti puisi seorang suster yang sangat mengharapkan terciptanya kedamaian di muka bumi ini. Seseorang memiliki eksistensi tentang arti penting dirinya dan kehidupan yang diberikan Tuhan bagi dia dan sangat disayangkan jika itu berbuah dalam kesiasiaan.&lt;br /&gt;Jika kita melirik sebentar ke negara-negara di Barat, mereka memberi perhatian penting terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan keterampilan sebab hal itu bagi mereka merupakan asset, modal utama untuk boleh andil bersaing dengan yang lain.&lt;br /&gt;Misalnya saja, negara USA dengan penemuan-penemuan baru di bidang IPTEK, yang dapat dijadikan sebagai "nilai jual" ke negara lain tanpa menghilangkan keoriginalan penemuan awal yang mereka lakukan. Mereka tidak segan-segan harus mengeluarkan berjuta dolar untuk merealisasikan penemuan mereka.&lt;br /&gt;Kita sebagai warga negara Indonesia tidak menuntut seperti itu di negara kita sebab melihat kondisi pendidikan masih jauh perlu pembenahan di berbagai bidang pendidikan. Sekalipun demikian realitanya, bukan berarti kita hanya berpangku tangan saja dan menonton berharap dari negara lain yang akhirnya di era free trade ini kita tidak lagi mampu maju untuk memberdayakan diri agar layak bersaing dan layak jual. Kita boleh bermimpi tapi hati-hati jangan menjadi pemimpi.&lt;br /&gt;Secara ruang lingkup yang sempit di kawasan Negara kita sendiri masih ada yang tertinggal, tidak mampu baca dan tulis. Hal ini merupakan suatu kekhawatiran yang sangat sulit untuk diberantas jika kita masih berkutat pada pemahaman yang primitif atau sedikit lebih maju namun sekedar tekhnis saja.&lt;br /&gt;Memandang keluar dan melihat keterbukaan dalam dunia globalisasi, menjadikan peranan pendidikan sangat vital untuk jadi penentu sebab dunia pendidikan mampu memotivasi terciptanya tekhnologi yang bisa diadaptasi, diimitasi bahkan disebarkan dengan cara yang cepat dan mudah. Yang kemudian hal tersebut dapat mendukung laju perkembangan suatu Negara.&lt;br /&gt;Saat ini kita ditantang untuk belajar dan belajar sebab semakin kita tahu justru semakin banyak yang kita tidak tahu. Perkembangan bukan hitungan hari tetapi sudah bertolak ukur dengan hitungan detik. Dari waktu detik ke detik berikutnya sudah menghasilkan berbagai daya kreasi penemuan-penemuan di berbagai bidang. Mengingat hal itu, maka mari kita memanfaatkan kesempatan yang tersedia, bukan kesempatan yang memanfaatkan kita. Sebab saat ini telah dinyatakan dalam prakteknya bahwa manusia adalah subyeknya dan kualitasnya adalah kunci, bukan soal kuantitas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kata bijak dari seorang berkebangsaan China yang menyatakan: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Give a man a fish &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; And you will feed him for a meal &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; But &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;  Teach a man how to fish &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; And you will feed him for life &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata bijak yang sangat menggugah kita yang mempunyai arti "berikan pada seseorang seekor ikan maka kamu memberi dia hanya sekali makan tapi ajarilah seseorang untuk memancing maka kamu telah memberi dia makan seumur hidupnya." Suatu ungkapan yang boleh diberi acungan jempol. Dalam ungkapan itu tersimpan makna yang ingin disampaikan adalah manusiakan manusia agar ia menjadi manusia, berdayakan, didik, latih, beri keterampilan agar kelak dia yang memberdayakan dan bertanggungjawab pada dirinya, kehidupannya serta masa depannya.&lt;br /&gt;Kaum muda adalah pemegang kunci di setiap daerah, pemuda adalah penerus bangsa. Adalah realita yang harus kita akui bahwa pemuda-pemuda bangsa kita, sebelum maju bersaing sudah hampir kalah bersaing, tetapi tidak ada kata terlambat, sekarang juga mari semua kita perlengkapi anak-anak, diri kita untuk menjadi manusia-manusia kunci sebagai langkah menuju manusia yang siap pakai dan mempunyai daya kreatif tinggi serta bernilai jual yang layak di dunia Internasional. Tidak mudah tapi kita mampu. Mari kita buktikan kepada dunia bahwa kita sebagai anak bangsa sanggup berkreasi di kancah dunia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;code&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;a href="javascript:print(document)"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Cetak  Halaman Ini&lt;/span&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/code&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2738551532853684193-5829834276711765009?l=dikismart.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dikismart.blogspot.com/feeds/5829834276711765009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2738551532853684193&amp;postID=5829834276711765009' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2738551532853684193/posts/default/5829834276711765009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2738551532853684193/posts/default/5829834276711765009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dikismart.blogspot.com/2009/07/arti-penting-pendidikan.html' title='Arti penting pendidikan'/><author><name>Diki Muhamad Rizki, S.IP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13334397360527327330</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='18' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-_1DP_X07BQI/TYOdyeO9GBI/AAAAAAAAAJc/NlhAMV0BAsI/s220/167374_1529079874664_1464734999_31060454_1210571_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
